Arkeolog Gali Istana Kuno Milik Kaisar Pertama China



Prajurit terakota penjaga makam kaisar pertama China.
Prajurit terakota penjaga makam kaisar pertama China. 
(sumber: EPA)
Kaisar pertama yang menyatukan China, sekaligus menciptakan sistem penyatuan mata uang dan tulisan.
Arkeolog temukan istana Qin Shi Huang, kaisar pertama China, yang terkenal dengan ratusan patung prajurit terakota yang menjaga makamnya.

Istana Kaisar Qin Shi Huang di luar Xi'an, ibu kota provinsi Shaanxi, dan tempat ditemukannya ratusan prajurit terbuat dari terakota seukuran manusia, demikian dilaporkan oleh para arkeolog, dikutip dari kantor berita Xinhua.

Kaisar Qin Shi Huang adalah kaisar pertama penyatuan China. Terlahir di tahun 259 SM, Qin Shi Huang adalah keturunan keluarga Qin, satu dari 6 kerajaan yang menjadi cikal bakal China.

Qin Shi Huang memimpin kerajaan ketika ia berusia 13 tahun, di tahun 246 SM, dan terus memimpin kerajaan tersebut hingga ia meninggal di tahun 210 SM. Selama menjadi kaisar, Qin Shi Huang telah menaklukkan dan menyatukan beberapa negara bagian menjadi satu kerajaan.

Tak hanya Qin Shi Huang bertanggung jawab dalam penyatuan 6 negara bagian China, ia juga menciptakan mata uang dan sistem cara tulis. Sang kaisar memimpin dengan tangan dingin dan terkenal dengan mengubur musuh-musuhnya hidup-hidup dan mengebiri tawanan perangnya.

Menurut para arkeolog, istana sang kaisar terkubur sekitar 690 meter dari permukaan tanah dengan luas lebar area sebesar 250 meter. Diperkirakan, ini adalah kompleks istana terbesar yang pernah ditemukan. Area kompleks kaisar ini diperkirakan sebesar 56 kilometer persegi.

Kompleks istana tersebut berisi sekitar 18 rumah sisi, dan satu gedung utama di tengah, demikian dilaporkan surat kabar The Guardian.

Istana tersebut diperkirakan dibangun di tahun 1400 dan kemudian dihuni oleh kaisar-kaisar berikutnya dari dinasti Ming dan Qing.

Dikutip kantor berita Xinhua, walau berusia lebih dari 2 ribu tahun, pondasinya masih dalam kondisi baik. Ditemukan para peneliti, dinding, gerbang, jalan bebatuan, gerabah, dan beberapa batu bata berada di antara istana purba itu.

Para arkeolog sudah menggali area tersebut sejak tahun 2010, dan kamar utama sang Kaisar sudah sejak lama dicoba untuk digali. Namun dikhawatirkan para peneliti, tanpa alat-alat yang tepat, menggali ruang utama tersebut justru bisa merusak artefak-artefak yang tertinggal.   

Menurut laporan yang ditulis di dinasti Han, berabad-abad setelah kematian sang kaisar, makamnya dengan tinggi 120 meter, dipercantik dengan dinding berwarna merah tua, dikelilingi oleh sungai serta jebakan. Konon, bagian atap makam itu dipenuhi dengan berbagai batu-batu permata.
This entry was posted in , . Bookmark the permalink.